Band Religi Vs Band Metal Religi

6 Dec 2008

Purgatory

Bulan ramadhan telah berjalan beberapa hari dan semenjak itulah dunia berubah menjadi dunia yang seolah-olah isinya hanya orang islam. Lihat saja mulai stasiun televisi, radio, industri rekaman, operator telepon selular, majalah dan tabloid berlomba-lomba menyuguhkan paket bernuansa Ramadhan. Bahkan artis-artis kita yang kemarin doyan pamer paha, belahan dada, dan tato sikut-sikutan ingin tampil di hadapan public mengenakan busana Muslimah layaknya bidadari berkerudung dari surga.

Bagaimana dengan band-band yang ada di Indonesia,mereka semua sama-sama berlomba mengsislamkan diri dengan berlomba-lomba mengeluarkan album yang bernafaskan religi. Lihat saja Ungu,Gigi,Vagetoz,Radja dan beberapa band cengeng lainnya semacam ST12 ikut meramaikan pasar Ramadhan lewat jalur musik tentunya. Mereka yang dulunya biasa berjingkrak-jingkrak diatas panggung mendadak ingin ber-Qasidah.

Fenomena lagu relegius ini membuahkan pertanyaan, apa perbedaan ketika kita mendengar lagu religi yang dilantunkan Bimbo, Emha Ainun Najib (Kyai Kanjeng), dibanding Pasha Ungu dan kawan-kawan? Jujur, ketika saya mendengar lagu Bimbo, Emha Ainun Najib, dan menonton film rekaman konser Kantata Takwa, dimana Iwan Fals (gondrong, telanjang dada tanpa jubah atau sorban putih) memuji-muji Sang Pemilik Alam dengan lirik-lirik yang memikat hingga membuat bulu kuduk ini meremang. Ada sensasi berbeda yang terasa menjalari tubuh ini ketika mendengar lagu-lagu mereka menyebut nama Tuhan,Ketimbang mendengar lagu religius Radja, Ungu, dan Vagetos, apa yang kita rasakan? Lirik tanpa kekuatan kata dan sempit makna. Yang tersisa hanya kepalsuan! Menjual nama Tuhan di pasaran sekadar memperkaya diri? Entahlah?

Tapi ada satu pengecualian yang saia rasakan berkaitan dengan fenomena Band-band religius. Ada satu nama band yang pantas di Acungin jempol berkaitan dengan lagu-lagu religinya. Mereka adalah PURGATORY,yup sebuah band metal yang notabene selalu berpenampilan sangar menggunakan topeng di setiap aksi panggungnya.Ternyata dibalik kesangaran penampilan dan musik mereka terkandung lirik yang cukup dalam dan sangat religius. Coba perhatikan beberapa lirik-lirik dari lagu mereka seperti penggalan lirik lagu Hypocrite berikut :

Tuhan jangan biarkan aku jatuh jauh kelembah nista yang semakin dalam.
Jangan biarkan aku terkurung dalam kehinaan dan kemunafikan.
Aku hina dan kotor serta tak pantas masuk kedalam surga Mu.
Ku juga lemah dan tak tahan akan panasnya api neraka Mu.

Setau saia itu adalah salah satu doa dari kaum sufi dalam buku yang pernah saia baca (itu kalo gak salah lo :mrgreen: ). Bahkan ada juga liriknya yang di ambil dari Al Quran, salah satunya surat Ar Rahman ayat 13. Salah satu keistimewaan dari band ini adalah mereka rutin mengadakan pengajian 2 kali dalam seminggu (kurang religius gimana coba?). Yang jelas saia saloot buat PURGATORY mereka tetep eksis di dunia UNDERGROUND (metal) tapi tetep tidak meninggalkan sisi religi mereka sebagai manusia yang mempunyai agama dan tuhan. Dan mereka juga tidak selalu menunggu moment ramadhan buat mengeluarkan album religius seperti trend-trend band cengeng yang lain. Ya semoga aja buat band-band-cengeng itu mereka memang bener-bener tulus mengeluarkan album religi sebagai jalan mendekatkan diri pada yang kuasa,bukan semata mengikuti trend dengan meraup keuntungan.

Allah maha tahu..


TAGS Band Religi Vs Band Metal Religi Purgatory


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post